Masuk
Peta JurnalisPeta Jurnalis
Aa
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Makna dan Tradisi Mudik Lebaran Merupakan Budaya Kearifan Lokal yang Terus Melekat
Bagikan
Peta JurnalisPeta Jurnalis
Aa
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
Peta Jurnalis > Berita > Breaking News > Makna dan Tradisi Mudik Lebaran Merupakan Budaya Kearifan Lokal yang Terus Melekat
Breaking News

Makna dan Tradisi Mudik Lebaran Merupakan Budaya Kearifan Lokal yang Terus Melekat

Terakhir diperbarui 2026/03/19 at 4:19 PM
Reporter Peta Jurnalis Diterbitkan 19/03/2026 407 Views
Bagikan
Peta Jurnalis
Bagikan

Jakarta, petajurnalis.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, kalangan masyarakat yang tinggal diberbagai kota besar di Indonesia berbondong-bondong pulang kembali ke kampung halaman masing-masing. Tradisi ini sudah dilakukan beberapa puluh tahun yang lalu dan masih berlaku hingga saat ini. Pulang kampung atau mudik dilakukan dalam rangka menjenguk orangtua dan bersilaturahmi dengan sanak, saudara dan kerabat atau keluarga besar di kampung halaman, Kamis (19/3/2026).

 

Mudik menjadi padanan kata atau frase pulang kampung. Dalam bahasa Betawi “mudik” berarti kembali ke udik (desa/kampung) atau hulu sungai. Mudik berarti melakukan perjalanan ke udik. Kebalikan dari “madık” adalah “milir” yang memiliki arti pergi ke hilir atau ke kota. Makna secara harafiah (jaman dahulu) pergi berarti pergi berlayar ke hulu sungai (sebagai lawan kata “milir” atau pergi ke hilir). Pada perkembangannya dalam konteks sosial “mudik” menjadi ungkapan dan tradisi perantau dari Jakarta pulang ke kampung halamannya. Masyarakat Betawi menyebut orang yang kembali ke kampung dengan sebutan “mudik” menuju ke udik atau melakukan perjalanan pulang ke udik.

 

- Advertisement -

Lebaran bukan berasal dari bahasa Arab atau Timur Tengah. Lebaran adalah sebutan khas Indonesia untuk hari raya Idul Fitri (1 Syawal) yang menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadan, namun lebaran berasal dari bahasa Jawa yang berarti bubar atau selesai. Secara harafiah “lebar” dimaknai sebagai sesuatu yang sudah tuntas atau selesai. Lebaran sering dikaitkan dengan lebar (yang berarti lapang dada), luber (melimpahnya pahala/rezeki), dan lebur (melebur dosa) dan labur (cat). Lebaran sebagai momen refleksi diri, silaturahmi, dan kembali ke fitri (makan dan minum) setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.

 

Secara Filosofi “lebaran” dalam kebudayaan atau tradisi Jawa memiliki empat (4) makna sekaligus yaitu,

 

1. Lebaran

 

- Advertisement -

Memiliki kata dasar “lebar” berarti bubar selesai atau rampung, artinya sudah merampungkan kewajiban melaksanakan perintah Allah yaitu perintah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh (QS. Al-Baqoroh Ayat 83) yang berbunyi:

 

بابها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

 

- Advertisement -

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

 

Kata “lebar” juga diartikan lapang dada atau memiliki sifat kesabaran atau

memiliki hati seluas samudera Allah berfirman dalam QS. Az-Zumar Ayat 10 yang berbunyi:

 

قُلْ يُعِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمُ لِلذين أحسنوا في هذه الدنيا حسنةٌ وَأَرْضَ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الميرون أَجْرَهُم بغير حساب .

 

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan”.

 

2. Luberan

 

Memiliki dasar kata “luber” memiliki arti berlebih (meluber atau melimpah), hal ini merupakan simbol bahwa Hara Raya Idul Fitri Allah Subhanahu lahu wa Ta’ala memberikan rizki yang meluber atau melimpah dan tak terhitung agar kita bisa berbagi dengan sesame. Hal ini menimbulkan sifat dimana seseorang memiliki kepedulian dengan orang lain. Sehingga kehidupan yang akan datang bisa saling berbagi dan membantu sesama (QS Al-Maidah Ayat 2) yang berbunyi:

 

وَتَعَاوَلُوا على البر والتَّقْوَى وَلا تَعَاوَلُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيد …. العقاب

 

Artinya. Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.

 

3. Laburan

 

Memiliki kata dasar “lobur” yang berarti (cat), laburan adalah melakukan pengecatan rumah atau di labur (di cat dengan warna putih) merupakan simbol penyucian diri. Bahwa bulan Ramadan merupakan bulan untuk membersihkan diri/jiwa (Tazkiyatun Nafs).

 

Tazkiyatun Nafs adalah proses penyucian jiwa dan pembersihan hati dari sifat-sifat tercela (penyakit hati) serta menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji, bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini merupakan perjalanan seumur hidup yang melibatkan ibadah, zikir, dan pengenalan diri, sehingga mencapai ketenangan hati (jiwa mutmainah). Tahapan dalam tazkiyatun Nafs adalah sebagai berikut:

 

a. Takhalli:Membersihkan hati dari maksiat, baik lahir maupun batin

 

b. Tahalli: Mengisi jiwa dengan ketaatan, sifat terpuji (ikhlas, sabar,

 

syukur, taubat), dan ibadah (shalat, puasa, zikir).

 

c. Tajalli: Terungkapnya nur (cahaya) ketuhanan dalam hati yang bersih.

 

 

Hari Idul Fitri kita semua memiliki hati yang tulus untuk membersihkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan selalu menjalankan perintah-Nya. Hal ini sesuai dengan firman Allah QS. Asy-Syams ayat 9 yang berbunyi:

 

قد أفلح من زكنها

 

Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)”

 

4. Leburan

 

Memiliki kata dasar “lebur” yang berarti (hancur/melebur), artinya leburkan dosa-dosa. Hancurkan dosa-dosa dengan saling memaafkan meminta maaf pada orangtua, sanak, keluarga dan kerabat beserta handai taulan semua. Sehingga hari Raya Idul Fitri kita benar-benar dalam suasana kebatinan yang akrab karena sudah saling memaafkan. Firman Allah dalam QS Asy-Syura ayat 40 yang berbunyi:

 

وجروا سينة سيئة مثلها فمن عفا وأصلح فاخرة على اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّلِمِينَ

 

Artinya: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dhalim.” (QS. Asy-Syura: 40)

 

Demikianlah makna lebaran yang merupakan hari kemenangan bagi umat muslim atau kaum muslimin yang sudah mengawali dengan menjalankan ibadah saum atau puasa dibulan Ramadan selam sebulan penuh. Selanjutnya dalam hitungan jam akan terdengar alunan takbir menggema di seluruh pelosok negri pertanda di hari kemenangan telah tiba. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu memberikan Rahmat, taufik dan hidayah untuk kita semua kita golongan orang-orang yang istiqomah di jalan Allah. Aamin Yaa Rabbal Alaamiin.

 

Waalaikum Salam Wr Wb

 

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL1447 H/MARET 2026

 

Mohon Maaf Lahir dan Batin

 

Disarikan dari berbagai Sumber (Penulis Dewan Penasehat Dinamika Jurnalis Progresif DKI Jakarta/pimred Peta Jurnalis.co.id).

Bagikan Berita ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA Peta Jurnalis Danlanal Simeulue Bersama Forkopimda Laksanakan Pemantauan Arus Mudik di Pelabuhan Penyeberangan
BERITA BERIKUTNYA Peta Jurnalis Sinergitas TNI-Polri dan Forkopimda Bintan Dalam Mendukung Kelancaran dan Keamanan Perayaan Idul Fitri 1447 H
Tinggalkan ulasan

Tinggalkan ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan pilih rating!

- Advertisement -
Berita Populer
Peta Jurnalis
Pil Koplo Kembali Muncul di Bekasi Saat Ramadhan, Dijual Secara Sembunyi
18/03/2026 509 Views
Peta Jurnalis
Aliansi Papanggo 1928 Gelar Silaturahmi dengan Lurah Papanggo: Perkuat Sinergi demi Kemajuan Wilayah
17/03/2026 496 Views
Peta Jurnalis
Tantangan FKPMI Dalam memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Peran Pemuda Islam 
13/03/2026 483 Views
Peta Jurnalis
Apical Dukung Literasi Siswa Melalui Gebyar Literasi Ramadhan
17/03/2026 459 Views
Peta Jurnalis
Nurwayah Salurkan Paket Sembako Lebaran Melalui Program Jumat Berkah PWJU
13/03/2026 382 Views
Peta Jurnalis
Apresiasi Pengurus, Ketua PWJU Habibah Salurkan Sembako
16/03/2026 315 Views
Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja
Pendidikan
MGMP Kota Bekasi Gelar Seminar Matematika Steam dan Psikometri Dalam Pembelajaran Matematika
08/05/2025 624 Views
Petualangan Edukatif: Antusiasme Siswa UPTD 8 Banjaran Padang Cermin Dalam Kegiatan Hiking
16/02/2025 485 Views
Pingin Cepat Kerja, Yuk Sekolah di SMK Citra Edukasi Bangsa
18/01/2025 705 Views
Keluarga Besar H. Dadang Setiawan Merasa Bahagia Saat Menghadiri Wisuda Eka Prasasty di Universitas 17 Agustus 45 Tahun 2024
24/10/2024 560 Views
Deklarasi Anti Tawuran Di Sekolah Yayasan Islam SMP Al Jihad Johar Baru Jakarta Pusat
24/10/2024 977 Views
Jasa Backdrop Event Jogja
Jasa Backdrop Jogja
Seputar Desa
Peta Jurnalis
Jalan Rusak di Desa Sanghiang Jaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak Tak Kunjung di Perbaiki
05/08/2025 268 Views
Peta Jurnalis
Pembangunan Tanggul BPBD di Desa Bunut, Way Ratai: Harapan Baru Warga Hadapi Banjir
02/07/2025 329 Views
Peta Jurnalis
Reses DPR RI DR.H.Muhammad Kadafi.SH.MM.Di Desa Bunut, Wujud Serap Aspirasi dan Harapan Rakyat Pesawaran
01/07/2025 347 Views
Peta Jurnalis
Jalan Desa Bertahun-Tahun Rusak, Warga Kampung Lebuh Minta Pemerintah Segera Bertindak
30/06/2025 296 Views
Peta Jurnalis
Pelatihan Smart Village di Desa Ceringin Asri Menuju Era Digitalisasi Pelayanan Desa
18/11/2024 606 Views

Komentar Terbaru

  1. Yandi mengenai PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) Mengelar Acara Public Expose Tahunan Dan Kinerja Perseroan
  2. Redi Budiaji mengenai BRI BO Tangerang Ahmad Yani Gelar Latihan Bela Diri dan Olahraga Rutin Bersama PKSS, Perkuat Stamina dan Kesiapsiagaan Satpam
  3. Aang muhajirin mengenai Anggota Komisi IV DPRD Cianjur, Hendang Purnamasari, S.H: Selamat Idul Fitri 1446 H-2025 M
  4. iswandi mengenai Di Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Mushollah Nurul Iman Berkolaborasi dengan Para Ketua RT Santuni Anak Yatim Piatu, Fakir Miskin dan Kaum Dhuafa
  5. abenk76 mengenai Warga Kelurahan Marunda RT/09/RW/04 Adakan Makan Siang Gratis
PetaJurnalis.co.id PetaJurnalis.co.id
  • arkanmedia51@gmail.com
  • 0812-9506-0566

– Advertisement –

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Makna dan Tradisi Mudik Lebaran Merupakan Budaya Kearifan Lokal yang Terus Melekat
Bagikan

Copyright © 2023 PetaJurnalis.co.id

PetaJurnalis.co.id PetaJurnalis.co.id
Selamat Datang di PetaJurnalis.co.id!

Masuk ke Akun Anda

Daftar Lupa password?