BANDUNG BARAT, petajurnalis.co.id– Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat menggelar siaran langsung podcast di Instagram pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan ini mengupas tuntas pemahaman, penanganan, serta langkah pencegahan penyakit rabies yang masih menjadi ancaman di wilayah tersebut.
Rabies disebabkan virus Lyssavirus yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini disebut zoonosis paling mematikan karena tingkat kematiannya mendekati 100% jika gejala sudah muncul, padahal sepenuhnya dapat dicegah melalui vaksinasi. Di Indonesia, penularan utamanya berasal dari anjing, disusul kucing dan kera. Hewan yang terinfeksi dapat terlihat menjadi agresif, takut air dan cahaya, mengeluarkan air liur berlebih, atau justru menjadi diam, lumpuh, rahang menggantung, dan tidak mampu menelan.
Penularan terjadi terutama melalui gigitan, namun juga bisa lewat cakaran atau jilatan pada luka terbuka serta selaput lendir. Hingga saat ini, Kabupaten Bandung Barat masih berisiko adanya penularan. Kasus positif terakhir pada hewan tercatat pada 2020 dan pada manusia pada 2023, namun pergerakan hewan serta populasi hewan liar yang tinggi tetap menjaga ancaman tetap ada.
Vaksinasi merupakan kunci utama pencegahan dengan efektivitas di atas 95%. Hewan peliharaan sebaiknya mulai divaksin pada usia 4 bulan dan diulang setiap tahun seumur hidup. Jika terjadi gigitan, pertolongan pertama yang krusial adalah mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit, lalu segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk mendapatkan vaksin dan serum anti-rabies. Mencuci luka dengan benar dapat mengurangi jumlah virus hingga 80%.
Saat ini, Dinas Perikanan dan Peternakan menyelenggarakan berbagai kegiatan: vaksinasi rabies gratis dengan target 2.000 dosis, serta program sterilisasi kucing bersubsidi mulai awal September. Kegiatan kolaborasi juga dilakukan bersama Indogrosir, Me-O, RSH Jawa Barat, dan Jogya Junction Lembang.
- Advertisement -
Masih banyak masyarakat yang keliru, seperti menganggap luka kecil tidak berbahaya, mengobati luka dengan bahan alami, atau mengandalkan pengobatan alternatif — hal ini justru memperlambat penanganan medis yang menyelamatkan nyawa. Pemilik hewan diimbau bertanggung jawab: vaksinasi rutin, tidak melepasliarkan, menyejahterakan hewan, serta mengendalikan populasi melalui sterilisasi. Kasus gigitan wajib segera dilaporkan agar penanganan tepat sasaran dan penyebaran dapat dipantau.
Menuju target Indonesia Bebas Rabies 2030, tantangan terbesar adalah cakupan vaksinasi yang belum mencapai 70%, tingginya populasi hewan liar, serta kesadaran masyarakat yang masih perlu ditingkatkan. Kader zoonosis dan masyarakat menjadi garda terdepan dalam deteksi dini.
- Advertisement -
“Rabies itu mematikan, tapi bisa dicegah. Kuncinya ada di kita. Ayo sayangi hewan dengan cara yang benar: vaksinasi, jangan lepasliarkan, dan segera cuci luka lalu ke Puskesmas jika tergigit. Bersama-sama kita wujudkan Bandung Barat dan Indonesia bebas rabies,” pesan penyelenggara kepada seluruh warga.


