Pesawaran – Peta Jurnalis
Sekolah dasar merupakan pondasi penting bagi anak-anak dalam mempelajari keterampilan dasar sekaligus menjadi program wajib pendidikan nasional. Tempat ini seharusnya menjadi ruang yang menyenangkan untuk belajar dan bermain. Namun, kenyataan berbeda dirasakan oleh para siswa-siswi UPTD SDN 14 Padang Cermin, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.
Pada Jumat (11/7/2025), hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut membuat halaman sekolah tergenang air cukup parah. Biasanya, saat bel berbunyi tanda istirahat, anak-anak berhamburan keluar kelas untuk bermain atau membeli jajanan. Tetapi kali ini, mereka hanya bisa berdiam di ruang kelas lantaran halaman sekolah berubah seperti kolam besar akibat saluran drainase yang tidak mampu menampung curah hujan.
Bahkan, genangan air diperkirakan bisa mencapai setinggi betis orang dewasa ketika hujan turun deras.
Situasi tersebut kebetulan terlihat oleh LSM GIP (Yudi) bersama awak media yang melintas di jalan lintas depan sekolah. Mereka pun sempat singgah dan berbincang dengan Kepala Sekolah, Dewi Tasminah, S.Pd.
“Kami merasa sedih, Pak. Setiap kali hujan deras, halaman sekolah langsung tergenang air. Anak-anak jadi enggan keluar kelas untuk bermain atau beraktivitas di luar,” ujar Dewi dengan nada penuh keprihatinan.
Menurutnya, kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan siswa, tetapi juga menjadi ancaman bagi keselamatan jika dibiarkan berlarut-larut. Selain masalah drainase, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dibenahi, baik perbaikan maupun rehabilitasi fasilitas sekolah.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah, dinas terkait, maupun legislatif dapat segera memberikan solusi nyata. Dukungan dan kolaborasi semua pihak dinilai sangat penting demi kemajuan pendidikan di Pesawaran.
Masalah yang terjadi di SDN 14 Padang Cermin ini menjadi cermin bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan tidak boleh diabaikan, sebab menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.
Laporan: Carles



