JAKARTA UTARA, petajurnalis.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara bekerja sama dengan Kecamatan Tanjung Priok menggelar kegiatan penggerebekan sampah pasca-banjir di kawasan Waduk Cincin Papanggo. Kegiatan yang digulirkan mulai hari Senin (26/01) ini ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu untuk mencegah munculnya bau tidak sedap dan risiko kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Sampah yang menjadi fokus penanganan berasal dari limbah rumah tangga yang banyak dibuang masyarakat akibat tergenang banjir, termasuk barang-barang yang tidak dapat digunakan lagi setelah terendam air.
Perwakilan Kasudin LH Jakarta Utara, Ardiyanto, menjelaskan bahwa awalnya direncanakan akan dikerahkan 24 unit armada pengangkut sampah per hari untuk mengangkut limbah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang. Namun mengingat volume sampah yang cukup besar, pihaknya akan menambah 10 armada lagi dari wilayah Jakarta Utara mulai hari Selasa (27/01).
“Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama. Kami bekerja sama dengan seluruh kecamatan di Jakarta Utara untuk memastikan proses pengangkutan berjalan lancar. Selain itu, kami juga mengimbau warga untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah masing-masing dan mulai menerapkan pemilahan sampah dari sumber,” ujar Ardiyanto.
Menurutnya, dengan pemilahan sampah yang tepat, hanya limbah residu yang tidak dapat diolah lagi yang akan dibawa ke TPS, sehingga volume sampah yang harus dikelola menjadi jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal.
- Advertisement -
Kepala Bidang LH Kecamatan Tanjung Priok, Amir, menambahkan bahwa setelah kegiatan penggerebekan selesai, penanganan sampah rutin di kawasan tersebut akan dialihkan ke TPS 3R yang telah selesai dibangun.
“Mudah-mudahan dengan gerebek sampah yang kami lakukan selama satu minggu ini dapat menyelesaikan permasalahan sampah pasca-banjir secara tuntas. Insya Allah, kedepannya pengelolaan sampah akan lebih terstruktur dengan menggunakan fasilitas TPS 3S yang sudah jadi,” ucap Amir.
(ST).



