PetaJurnalis.co.id < JAKARTA UTARA > Malam keempat bulan Ramadan, tepatnya pada Sabtu malam (21/2/2026) pukul 12.00 WIB, suasana Pos Pantau Ramadhan di Jalan Waduk Cincin, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terasa penuh semangat gotong royong. Ratusan mata tertuju pada Kapolsek Tanjung Priok, R. Sigit Kumono, SH, yang langsung memimpin apel khusus untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di bulan suci ini.
Dengan suara yang tegas namun hangat, Sigit menyampaikan pesan inti kepada ratusan warga dan unsur terkait yang hadir:
“Mari kita bersinergi untuk menjaga lingkungan kita agar tetap aman, nyaman, dan terbebas dari segala bentuk gangguan Ketertiban dan Keamanan Masyarakat (Kamtibmas).”
Pesan ini bukan sekadar omongan belaka – buktinya, Sigit langsung memberikan apresiasi kepada seorang ibu RT yang telah aktif menjadi mata dan telinga masyarakat, menyampaikan informasi penting untuk kemajuan dan keamanan lingkungan. Sebagai bentuk penghargaan yang penuh makna, diberikan plakat jempol yang menjadi simbol apresiasi atas kontribusi nyawanya.
Sigit juga mengucapkan selamat berpuasa kepada seluruh umat Muslim, sambil dengan rendah hati memohon maaf jika ada kekurangan dalam pelayanan atau komunikasi dengan warga.
“Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita tetap menjaga kewaspadaan bersama agar kejadian yang terjadi kemarin pagi tidak terulang kembali,” tegasnya, mengingatkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab setiap orang.
Menurutnya, wilayah Tanjung Priok memiliki peran strategis dengan banyak fasilitas penting, namun seringkali kejadian di sini salah dikaitkan dengan wilayah lain.
“Kita harus punya pemahaman jelas tentang batas wilayah dan tanggung jawab kita masing-masing,” tandasnya.
Untuk memperkuat pengamanan, Sigit mengungkapkan tiga langkah konkret:
– Pengawasan Bersama: POKDAR serta beberapa unsur elemenmasyarakat sebagai ujung tombak penjaga kampung diminta tetap aktif menjaga pos pantauan di setiap lingkungan.
– Komunikasi yang Efektif: Sebanyak 35 unit radio komunikasi (HT) telah disiapkan dan akan didistribusikan hingga tingkat Kapolres agar informasi bisa sampai cepat dan akurat.
– Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama: Warga diminta tidak membuang sampah sembarangan – karena sesuai perintah Presiden, tindakan tersebut akan dikenai sanksi yang tegas.
Tak kalah serius, Lurah Papanggo Sugiharjo Timbo mengangkat isu yang menyentuh hati. Beliau mengingatkan bahwa cuaca yang tidak menentu bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga bisa meningkatkan risiko kejadian buruk.
- Advertisement -
“Ingatlah, wilayah kita pernah mengalami kebakaran yang merenggut nyawa bahkan pada malam takbiran tahun lalu – saat banyak warga sedang pulang kampung atau berkumpul merayakan kemenangan,” ujarnya dengan nada penuh kesedihan.
Untuk mencegah hal serupa, Lurah Sugiharjo mengajak semua pihak – dari RT, warga, hingga pelaku usaha – untuk saling mengingatkan.
“Kami sedang menyusun surat edaran resmi yang akan memberikan arahan jelas bagi pelaku usaha tentang protokol keamanan dan pencegahan bahaya di tempat mereka bekerja,” jelasnya.
Beliau juga menyoroti kasus tragis anak muda yang meninggal akibat dibacok dalam bentrokan baru-baru ini.
- Advertisement -
“Tawuran bukan budaya kita! Masalah ini tidak hanya tentang pergaulan anak – orang tua harus aktif mengingatkan dan menjaga anak-anak kita, terutama menjelang Idul Fitri yang akan membuat aktivitas masyarakat semakin ramai,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Lurah Sugiharjo mengucapkan doa hangat: “Semoga ibadah puasa kita lancar dan penuh berkah. Semoga kita semua sehat dan bisa berkumpul di Hari Raya Idul Fitri untuk silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan.”
Acara yang penuh makna ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan aparatur, antara lain anggota Polsek Tanjung Priok, Lurah Papanggo, personel Koramil dan Kodim /0502, Mitra Kodim, POKDAR, LMK, FKDM, Paguyuban PPWP (Putra Putri Wilayah Papanggo) RW 03 dan beberapa RT, PPSU Kelurahan Papanggo – semua bersatu dengan satu tujuan: menjaga kedamaian dan keamanan wilayah Papanggo dan Tanjung Priok di bulan Ramadan.
(red)



