DOSEN UNIVERSITAS PAMULANG KAMPUS SERANG GELAR PKM, PERKUAT TATA KELOLA BUMDES KARANGPAMIDANGAN DI LEBAK
LEBAK, BANTEN, Petajurnalis.co.id – Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang Kampus Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Karangpamidangan, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Pengelola BUMDes Karangpamidangan Kecamatan Wanasalam, Lebak-Banten melalui Pelatihan Manajemen Organisasi dan Tata Kelola untuk Meningkatkan Kinerja Kelembagaan.” (Jum’at, 9/10/2026)
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 20 orang yang terdiri atas para pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangpamidangan. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Kepala Desa Karangpamidangan, Bapak Rahman, sebagai representasi pemerintah desa sekaligus mitra dalam upaya memperkuat pengelolaan kelembagaan ekonomi desa.
Tim PKM Universitas Pamulang Kampus Serang diketuai oleh Sapari, S.M., M.M., dengan anggota Didit Haryadi, S.M., M.M., Nclt., Cplm., Chrp. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan praktik manajemen. untuk mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat desa.
Perkuat Kemampuan Manajerial Pengelola BUMDes
Pelatihan ini berfokus pada peningkatan pemahaman pengelola BUMDes mengenai manajemen organisasi dan tata kelola kelembagaan. Aspek yang menjadi perhatian meliputi pembagian tugas dan tanggung jawab, koordinasi antar pengurus, perencanaan program kerja, pengelolaan administrasi, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kegiatan organisasi.
Penguatan kompetensi tersebut dinilai penting karena keberhasilan BUMDes tidak hanya ditentukan oleh potensi ekonomi desa, tetapi juga oleh kemampuan pengelola dalam menjalankan fungsi manajemen secara terarah dan profesional. Dengan sistem pengelolaan yang baik, BUMDes diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan efektivitas operasional, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketua Tim PKM, Sapari, S.M., M.M., menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pengelola merupakan salah satu aspek penting dalam mendorong kemajuan BUMDes.
“BUMDes memiliki potensi strategis sebagai penggerak ekonomi desa. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh kemampuan pengelola dalam menerapkan manajemen organisasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pengelola BUMDes Karangpamidangan dapat memperkuat kompetensi manajerial dan menerapkannya dalam pengelolaan. kelembagaan sehari-hari,”
la juga menekankan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi perlu diarahkan pada penerapan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan mitra. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat berperan sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi dan mendukung pembangunan ekonomi desa.
- Advertisement -
Pemerintah Desa dan Pengelola BUMDes Jadi Mitra Strategis
Keterlibatan Kepala Desa Rahman dan sekitar 20 pengelola BUMDes menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi ini mencerminkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pengelola BUMDes dalam membangun kelembagaan ekonomi desa yang lebih kuat.
Kepala Desa Karangpamidangan, Rahman, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan akademisi dalam upaya peningkatan kapasitas pengelola BUMDes.
“Kami menyambut baik kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Pamulang Kampus Serang. Pelatihan manajemen organisasi dan tata kelola seperti ini penting bagi pengelola BUMDes agar semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya, memperbaiki sistem pengelolaan, serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan kegiatan usaha desa. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan,”
- Advertisement -
Dukungan pemerintah desa dan partisipasi pengelola diharapkan menjadi landasan bagi tindak lanjut hasil pelatihan. Peningkatan kualitas koordinasi, ketertiban administrasi, penyusunan program kerja, dan evaluasi kinerja secara berkala merupakan sejumlah aspek yang dapat terus diperkuat dalam pengelolaan BUMDes.
Sementara itu, anggota Tim PKM, Didit Haryadi, S.M., M.M., Nclt., Cplm., Chrp., menekankan pentingnya konsistensi penerapan prinsip manajemen setelah pelatihan selesai.
“Penguatan kapasitas kelembagaan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pengelola BUMDes perlu membangun pola kerja yang terstruktur, meningkatkan koordinasi, serta memastikan setiap program memiliki perencanaan dan evaluasi yang jelas. Dengan penerapan prinsip-prinsip tersebut, BUMDes diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi desa yang lebih adaptif, profesional, dan bertanggung jawab,”
Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Berkelanjutan
Kegiatan PKM ini menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari penguatan kelembagaan ekonomi desa. Manajemen organisasi yang efektif dapat membantu pengelola memahami fungsi masing-masing, meningkatkan koordinasi, dan memperkuat proses pengambilan keputusan. Sementara itu, tata kelola yang baik menjadi landasan bagi pengelolaan kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keberlanjutan manfaat kegiatan memerlukan komitmen pengelola untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas operasional BUMDes. Dukungan pemerintah desa, pembagian peran yang jelas, serta evaluasi secara berkala juga diperlukan agar upaya penguatan kapasitas dapat memberikan dampak jangka panjang.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang Kampus Serang berupaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui penerapan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan lokal. Penguatan kapasitas pengelola BUMDes Karangpamidangan diharapkan menjadi langkah konstruktif dalam membangun kelembagaan ekonomi desa yang lebih profesional dan berkelanjutan serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten.
(*Red Triwahyudi)


