Jakarta, petajurnalis – Ratusan Kader Forum Kreasi Pemuda Masjid Indonesia DKI Jakarta penuhi Aula Islamic Centre. Hal ini karena Dewan Pimpinan Wilayah Forum Kreasi Pemuda ( Masjid Indonesia (DPW-FKPMI) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Pelantikan Pengurus dan Seminar Kepemudaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H dengan narasumber Erwin Aksa (Anggota DPR-RI), Dr. KH Nur Alam Bakhtiar, M.A (Tokoh Agama), Prof. Dr Agus Suradika (Rektor Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta) dan Iwan Iryansyah, S.E tokoh pemuda dan Ketua Forum OKP Jakarta Utara.

Acara dihadiri oleh Kasuban Kesbangpol Jakarta Utara Reza Phahlevi, Pabung Dandin Jakarta Utara Letkol Czi Yuhana, dan Kompol Widodo mewakili Kapolres Jakarta Utara Kegiatan dilaksanakan di Aula Sosbud lantai tiga Jakarta Islamic Centre (16/06/2026).
Rido Widodo dalam laporannya menyampaikan kalau Pelantikan atau Pengukuhan ini dilaksanakan bertepatan dengan tahun Hijriah agar kita semua berhijrah ke arah yang lebih baik.
“Kami sengaja memilih tanggal 1 Muharam 1448 H atau tgl 16 Juni 2026 agar kita semua ikut berhijrah ke arah yang lebih baik khususnya FKPMI DKI Jakarta” ujarnya.
Priyono Joko Alam yang di temui awak media usai dilantik dan dikukuhkan secara resmi sebagai Ketua DKI di sela-sela acara menandaskan bahwa tugas pemuda masjid sangat berat.
- Advertisement -
“Pemuda masjid bukan hanya keluar masuk masjid tapi kita ingin menghadirkan Pemuda Masjid yang paham dan mengikuti perkembangan zaman di era 5.0 sehingga Pemuda Masjid hadir diruang-ruang publik untuk melakukan kegiatan sosial dan membangun ekonomi kerakyatan” tandasnya.
“Kami ingin pemuda masjid memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia saat ini sebagi bentuk kecintaan terhadap tanah air dan bangsa dan menjadikan masjid sebagai benteng peradaban dengan akhlak, ilmu dan iman “, pintanya (seraya mengepalkan tangan tanda semangat).
- Advertisement -
Ketua Umum R Endi Sucahyadi mengungkap bahwa masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah.
“Masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi masjid harus menjadi pusat peradaban yang melahirkan generasi cerdas unggul dan berintegritas”, ungkapnya.
Erwin Aksa anggota DPR-RI yang bertindak sebagai pembicara menyampaikan bahwa sekarang ini kehidupan kita sudah sangat canggih dengan hadirnya “Artificial Intelegencia ata AI”.
“Manfaatkan teknologi AI kedalam kehidupan dengan hal-hal yang positif. Saya memberikan apresiasi agar diskusi yang di gagas FKPI DKI agar dapat menumbuhkan semangat untuk santri guna menuangkan ide dan gagasannya serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan politik dalam mengawal pembangunan Indonesia” tukasnya.
Dr. KH Nur Alam Bakhtiar menegaskan bahwa masjid selain menjadi pusat untuk membangun peradaban juga berfungsi sebagai wadah untuk membangun ide dan gagasan para santri, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, anak-anak usia dini supaya dapat diimplementasikan kedalam kehidupan sosial, politik yang dinamis”, tegasnya.
Sementara itu Prof. Dr Agus Suradika, menghimbau agar masjid juga dijadikan pusat kegiatan pelaku UMKM guna menghidupkan ekonomi umat dilingkunsn masjid dan sekitarnya. Agar silaturahmi terus terjalin masjid juga bisa dijadikan ajang diskusi menyampaikan ide dan gagasan”, imbuhnya.
Iwan Iryansyah salah satu narasumber yang merupakan tokoh pemuda dan Ketua Forum OKP Jakarta Utara menambahkan bahwa pemuda adalah aset dan potensi bangsa.
“Pemuda adalah aset dan potensi bangsa maka apa yang dilakukan pemuda hari ini akan menentukan masa depan bangsa, seminar kepemudaan yang dilaksanakan hari ini menunjukkan bahwa pemuda DKI Jakarta khususnya FKPMI peduli dengan perkembangan bangsa Indonesia kedepan”, pungkasnya.
Acara diakhiri dengan poto bersama pengurus dan anggota turut hadir dalam giat tersebut aktifis senior Sidiq Dahlan, Pemuda Panca Marga, SOKSI dan undangan lainnya. (AP)



