PetaJurnalis Com – Pesawaran, Persaingan sengit antarkesebelasan akhirnya mencapai puncaknya. Open Turnamen Sepak Bola yang digelar di Lapangan Benta’an, Dusun Poncorejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung, resmi menuntaskan babak final setelah berlangsung sejak 15 September 2026.
Gelora Putra dari Desa Ceringin Asri tampil sebagai juara pertama, sekaligus mengukuhkan kebanggaan masyarakat atas prestasi tim kebanggaan desa mereka.
Grand final ini menjadi momentum paling menentukan bagi empat kesebelasan terbaik yang berhasil menembus babak semifinal, yakni Dewa FC dari Wates, Way Ratai; Andestan FC dari Mulyosari; Gelora Putra dari Ceringin Asri; serta Persito dari Totoharjo, Poncorejo.25 Oktober 2026.

Keempat tim tersebut menunjukkan persaingan yang kompetitif demi memperebutkan posisi terbaik. Antusiasme masyarakat yang memadati arena pertandingan turut menambah semarak suasana, menjadikan turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan persaudaraan antardesa.
Dihadiri Kepala Desa dan Anggota DPRD Pesawaran
Babak puncak turnamen ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan. Sejumlah tokoh turut hadir menyaksikan jalannya pertandingan, di antaranya Kepala Desa Poncorejo Wardianto, Kepala Desa Mulyosari Ujang, Kepala Desa Ceringin Asri Pradipto, anggota DPRD Kabupaten Pesawaran M. Teguh Santoso dan Prapto, Bhabinkamtibmas Parji, serta jajaran panitia penyelenggara.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kegiatan olahraga masyarakat, khususnya dalam mendorong perkembangan sepak bola lokal dan memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan serta prestasi.
Turnamen yang diselenggarakan melalui swadaya masyarakat ini dipimpin oleh Pak Nur selaku penasihat sekaligus ketua panitia kegiatan. Semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyukseskan seluruh rangkaian pertandingan, mulai dari pembukaan hingga babak final.
Pak Nur: Kebersamaan Masyarakat Menjadi Kunci Kesuksesan
- Advertisement -
Dalam keterangannya, Pak Nur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat Desa Poncorejo yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi penasihat sekaligus memimpin kepanitiaan turnamen tersebut.
“Saya bersyukur kepada masyarakat Desa Poncorejo yang telah mempercayai dan memilih saya sebagai penasihat dalam kegiatan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja sama membantu dan menyukseskan Open Turnamen Sepak Bola ini,” ujar Pak Nur.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda agar terus mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan, dan membawa nama baik desa masing-masing.
“Harapan saya, generasi muda terus berkreativitas, mengembangkan bakat, dan berprestasi sehingga bisa membanggakan desa mereka sendiri. Hal yang paling penting adalah masyarakat dan pemerintah desa dapat terus berkolaborasi serta bersinergi dalam mendukung kegiatan positif seperti ini,” tambahnya.
- Advertisement -
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan turnamen tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat yang secara swadaya ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
Gelora Putra Rebut Gelar Juara Pertama
Setelah melalui rangkaian pertandingan yang kompetitif, panitia menetapkan hasil akhir turnamen dengan urutan sebagai berikut:
1. Juara I: Gelora Putra — Desa Ceringin Asri.
2. Juara II: Andestan FC — Desa Mulyosari.
3. Juara III: Dewa FC — Wates, Kecamatan Way Ratai.
4. Juara IV: Persito — Totoharjo, Desa Poncorejo.
Keberhasilan Gelora Putra menduduki posisi tertinggi menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Ceringin Asri. Prestasi tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala Desa Ceringin Asri, Pradipto, yang mengaku bangga sekaligus terharu atas pencapaian tim sepak bola dari desanya.
Menurutnya, keberhasilan Gelora Putra bukan hanya menjadi kebanggaan para pemain, tetapi juga membawa nama baik desa di tengah persaingan olahraga antarkesebelasan.
Lebih dari Sekadar Pertandingan
Open Turnamen Sepak Bola Poncorejo memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana pemersatu masyarakat. Dukungan warga, keterlibatan pemerintah desa, serta partisipasi berbagai pihak menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga dapat tumbuh melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
Di balik perebutan gelar juara, terdapat harapan agar generasi muda memiliki ruang untuk mengembangkan bakat, membangun karakter, menjunjung tinggi sportivitas, dan menghindari kegiatan negatif.
Turnamen ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda hiburan semata, melainkan menjadi langkah nyata dalam membangun pembinaan sepak bola desa secara berkelanjutan.
Sebab, kemenangan sejati bukan hanya tentang siapa yang mengangkat gelar juara, tetapi juga tentang bagaimana sportivitas dijaga, persaudaraan diperkuat, dan kebanggaan desa dibangun bersama.
Penulis: Carles


