Gozco Genjot Replanting 4.000 Hektare Kebun Sawit, Siapkan Investasi Rp161 Miliar
JAKARTA, Petajurnalis.co.id – PT Gozco Plantations Tbk mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp161 miliar sepanjang tahun 2026 untuk mendukung program peremajaan kebun (replanting), pengembangan tanaman baru, serta modernisasi fasilitas pabrik kelapa sawit.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Gozco Plantations Tbk yang digelar di Gedung Gozco, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Manajemen menjelaskan bahwa perusahaan saat ini mengelola sekitar 16.000 hektare lahan perkebunan kelapa sawit. Dari total tersebut, sekitar 13.000 hektare merupakan tanaman menghasilkan (TM), sementara sekitar 2.500 hektare masih berupa tanaman belum menghasilkan (TBM).
Sebagian besar tanaman menghasilkan berada pada usia produktif. Namun sekitar 4.000 hektare atau hampir 30 persen di antaranya telah memasuki usia tua sehingga produktivitasnya mulai menurun.

Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk mempercepat program replanting guna menjaga keberlanjutan produksi dalam jangka panjang.
“Tanaman tua harus diremajakan agar produktivitas kebun dapat kembali meningkat pada tahun-tahun mendatang. Saat ini kami terus melakukan replanting secara bertahap sebagai investasi untuk masa depan perusahaan,” ujar manajemen dalam pemaparan kepada pemegang saham dan media.
Meski demikian, program replanting diperkirakan akan berdampak terhadap penurunan produksi dalam beberapa tahun ke depan karena tanaman baru membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 7 tahun untuk mencapai masa produktif optimal.
Selain faktor usia tanaman, perusahaan juga mewaspadai potensi dampak cuaca kering akibat fenomena El Nino yang diperkirakan dapat mempengaruhi produksi tandan buah segar (TBS) sepanjang tahun 2026.
- Advertisement -
Hingga sepertiga pertama tahun berjalan, realisasi produksi baru mencapai sekitar 15 persen dari target tahunan, sementara waktu yang telah berjalan mencapai sekitar 30 persen. Kondisi tersebut membuat manajemen menilai target produksi tahun ini cukup menantang.
Dari sisi operasional, produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan inti sawit (Palm Kernel/PK) masih menghadapi tekanan akibat menurunnya pasokan dari kebun inti yang sedang menjalani program peremajaan.
Namun perusahaan tetap mempertahankan pasokan bahan baku melalui kemitraan dengan petani, koperasi, plasma, dan pemasok pihak ketiga.

- Advertisement -
Secara volume, penjualan CPO perusahaan mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, dari sekitar 59 ribu ton pada 2023 menjadi sekitar 39 ribu ton pada 2025. Meski demikian, kenaikan harga jual CPO berhasil menjaga kinerja pendapatan perusahaan.
Penjualan bersih Gozco pada 2025 tercatat mencapai Rp873 miliar, meningkat dibandingkan Rp805 miliar pada 2024 dan Rp744 miliar pada 2023. Sementara itu, laba tahun berjalan meningkat dari Rp62,4 miliar pada 2024 menjadi sekitar Rp72 miliar pada 2025.
Manajemen menyebut peningkatan laba tersebut didukung oleh kenaikan harga jual produk serta pengendalian beban pokok penjualan yang relatif stabil.
Untuk mendukung strategi jangka panjang, perusahaan menetapkan anggaran belanja modal 2026 sebesar Rp161 miliar yang terdiri dari:
* Program penanaman baru, replanting, dan perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM): Rp93 miliar.
* Investasi pembelian aset tetap dan modernisasi fasilitas pabrik: Rp68 miliar.
Dengan investasi tersebut, perusahaan berharap dapat meningkatkan produktivitas kebun dan kesiapan fasilitas pengolahan ketika tanaman hasil replanting mulai memasuki masa produksi dalam beberapa tahun mendatang.
Rapat juga mencatat susunan Dewan Komisaris Perseroan yang terdiri dari Presiden Komisaris Tjandra Mindharta Gozali dan Komisaris Dr. Harijanto.
Manajemen menegaskan bahwa meskipun beberapa tahun ke depan diperkirakan masih menghadapi tantangan akibat replanting dan faktor cuaca, langkah tersebut merupakan investasi strategis untuk menjaga keberlanjutan usaha dan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
(*Red Triwahyudi)



