HALAL BIHALAL BURUH DAN RAPAT AKBAR KBSI, SERUKAN PERSATUAN DAN KEPASTIAN KERJA
Jakarta, Petajurnalis.co.id – Semangat persatuan dan perjuangan pekerja mewarnai kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Rapat Akbar dalam rangka Anniversary KBSI, Minggu (19/4/2026), di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), Jalan Yos Sudarso No. 25-26, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Mengusung tema “Bersatu dalam Kebersamaan, Bergerak untuk Kepastian Kerja dalam Meningkatkan Produktivitas demi Kesejahteraan Bersama”, kegiatan ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan DPR RI, Komisaris Pelindo, Sudinakertrans Jakarta Utara, ILO Pelabuhan, hingga elemen buruh seperti Palang Pintu Jakarta dan Red Squad.
Arif ardianto selaku Pembina ILKD Perjuangan dalam sambutannya, perwakilan serikat pekerja, Hamzah, menegaskan bahwa buruh merupakan tulang punggung dan motor utama penggerak roda perekonomian nasional.
Menurutnya, seluruh rantai industri—mulai dari sektor logistik, pelabuhan, transportasi, hingga pabrik—tidak dapat berjalan tanpa peran pekerja.

“Pekerja adalah jantung perekonomian. Tanpa mereka, proses produksi dan distribusi tidak akan berjalan. Oleh karena itu, penghargaan dan perlindungan terhadap buruh menjadi hal mutlak demi menjaga pertumbuhan ekonomi,” ujar Hamzah.
Ia juga menyoroti pentingnya kepastian hukum melalui pembentukan undang-undang ketenagakerjaan yang baru, sebagaimana amanat putusan Mahkamah Konstitusi.
Diharapkan regulasi tersebut mampu memberikan perlindungan, kepastian kerja, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja di Indonesia.
Selain itu, isu penghapusan sistem outsourcing turut menjadi perhatian utama. Hamzah menyebut, wacana penghapusan outsourcing yang sempat disampaikan pemerintah menjadi harapan besar bagi kaum buruh untuk mendapatkan sistem kerja yang lebih adil.
- Advertisement -
Dalam kesempatan tersebut, Hamzah juga mengajak para pekerja, khususnya yang masih berstatus kontrak dan outsourcing, untuk tidak takut bergabung dalam serikat pekerja. Menurutnya, serikat pekerja merupakan wadah penting dalam memperjuangkan hak-hak buruh.
“Jangan takut berserikat. Justru dengan bersatu, kita memiliki kekuatan untuk melawan ketidakadilan. Tanpa organisasi, buruh akan selalu berada pada posisi yang lemah,” tegasnya.
Ia mencontohkan kasus pekerja yang berani memperjuangkan Tunjangan Hari Raya (THR), yang pada akhirnya berhasil mendorong perusahaan meningkatkan nominal pembayaran, meskipun diiringi tantangan berupa tekanan terhadap sebagian anggota serikat.
Lebih lanjut, Hamzah juga menyinggung berbagai persoalan yang masih dihadapi pekerja, seperti upah, jaminan sosial (BPJS), hingga jam kerja yang belum sepenuhnya berpihak kepada buruh. Ia menekankan bahwa persatuan antarpekerja menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan.
- Advertisement -
Kegiatan ini juga menjadi momentum konsolidasi menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei mendatang. Para peserta menyatakan kesiapan untuk terus mengawal kebijakan pemerintah agar berpihak kepada kepentingan pekerja.
“Persatuan adalah kekuatan. Hanya dengan solidaritas, kita bisa memperjuangkan kesejahteraan bersama,” pungkas ARif Ardianto.
(*Red Triwahyudi)



