Bandung, Petajurnalis-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi memulai babak baru restrukturisasi organisasi. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) ke-4 yang digelar di kawasan Cipatat pada Sabtu (27/06/2026), H. Gianta kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin DPC Hanura KBB periode 2026–2031.

Forum tertinggi tingkat kabupaten ini tidak hanya menjadi panggung regenerasi kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi total menghadapi verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan menyongsong Pemilu mendatang.
Target 2 Bulan: Sisir 16 Kecamatan hingga Ratusan Desa
Usai kembali mendapat mandat penuh dari 16 Pengurus Anak Cabang (PAC), H. Gianta langsung bergerak cepat menetapkan target jangka pendek. Dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan, ia menargetkan rampungnya pembentukan struktur partai yang mengakar hingga ke level terbawah.
”Partai tidak akan kuat kalau cuma berpusat di kota atau kantor saja. Kita harus hadir dan dirasakan keberadaannya sampai ke pelosok desa,” tegas Gianta.
Menurutnya, infrastruktur partai yang kokoh merupakan benteng utama dalam menghadapi pragmatisme politik saat ini. Strategi Hanura KBB ke depan adalah mengunci basis dukungan mulai dari tingkat pengurus ranting, koordinator RW, hingga koordinator RT.
Sentilan Sekjen DPP Hanura: Kembalikan Kejayaan Masa Lalu
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Hanura, H. Benny Rhamdhani, bersama Ketua DPD Hanura Jawa Barat, H. Dian Rahadian, S.H., M.H.
Dalam orasinya, Benny Rhamdhani membakar semangat para kader dengan mengingatkan rekam jejak emas Hanura di Bandung Barat yang pernah mengamankan 4 kursi DPRD Kabupaten dan 1 kursi DPR RI. Ia memberi peringatan keras agar para pengurus baru tidak berjarak dengan masyarakat.
Pesan Kritis Sekjen: “Jangan hidup di atas awan. Turunlah ke tengah masyarakat, rasakan kesulitan mereka mulai dari kebutuhan pokok, biaya pendidikan, kesehatan, hingga masalah pertanian,” ujar Benny.
Rekonsiliasi dan Open House Politik
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Jabar, H. Dian Rahadian, optimistis bahwa kombinasi antara soliditas kader lama dan masuknya tokoh-tokoh baru akan menjadi determinan penting dalam mendongkrak perolehan suara Hanura di KBB.
Sebagai langkah awal menakhodai partai untuk lima tahun ke depan, H. Gianta langsung menyerukan agenda rekonsiliasi. Ia membuka pintu selebar-lebarnya bagi para mantan kader yang sempat berseberangan untuk kembali pulang.
”Mari jadikan masa lalu sebagai guru terbaik. Segala kekurangan kita benahi bersama. Perjuangan kita adalah demi kesejahteraan rakyat Bandung Barat,” pungkas Gianta menutup Muscab IV tersebut.**
- Advertisement -
Pewarta:Dadan S.



