PT Alakasa Industrindo Tbk Tetapkan Laba Ditahan, Fokus Perkuat Kinerja Bisnis di 2026
Jakarta, 26 Juni 2026, Petajurnalis.co.id – PT Alakasa Industrindo Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose pada Jumat (26/6). Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan Perseroan, termasuk pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025 serta strategi penguatan bisnis pada tahun 2026.
RUPST menyetujui Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025 beserta Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif yang berakhir pada 31 Desember 2025. Dengan persetujuan tersebut, Direksi dan Dewan Komisaris memperoleh pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan sepanjang tercermin dalam laporan keuangan Perseroan.
Pemegang saham juga menyetujui penggunaan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai saldo laba atau laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha Perseroan.
Selain itu, RUPST menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Anwar & Rekan untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026, sekaligus memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium serta persyaratan penunjukan lainnya.
Rapat juga memberikan kuasa kepada pemegang saham terbesar untuk menetapkan honorarium Dewan Komisaris tahun buku 2026, serta memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji dan tunjangan Direksi Perseroan.
Dalam Public Expose, manajemen menjelaskan bahwa PT Alakasa Industrindo Tbk sebagai perusahaan induk menjalankan kegiatan usaha melalui sejumlah entitas anak, yakni PT Alakasa Extrusindo di bidang real estat, PT Alakasa Andalan Mitra Sejati (AAMS) di bidang industri pabrikasi aluminium, serta Alakasa Company Limited (ACL) yang bergerak di bidang perdagangan bahan baku aluminium dan bauksit.
Secara konsolidasian, penjualan Perseroan pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp18,59 miliar, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp69,44 miliar.
Di sisi lain, entitas anak PT Alakasa Andalan Mitra Sejati (AAMS) membukukan pertumbuhan penjualan. Pada kuartal I 2026, penjualan AAMS mencapai Rp11,11 miliar, meningkat dibandingkan Rp10,43 miliar pada kuartal I 2025.
Sementara itu, Alakasa Company Limited (ACL) belum mencatatkan penjualan pada kuartal I 2026, dibandingkan realisasi penjualan sebesar Rp57,78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Manajemen menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena ACL masih dalam proses pembaruan perjanjian jual beli dengan sejumlah pelanggan serta tengah melakukan negosiasi dengan calon pelanggan baru.
- Advertisement -
Ke depan, Perseroan menyatakan akan terus mengintensifkan pencarian peluang usaha yang potensial guna meningkatkan kinerja operasional dan keuangan, seiring upaya memperkuat fundamental bisnis di tengah dinamika pasar.
(*Red Triwahyudi)



